AKHIR TAHUN 2017, WARGA PAREPARE TIDAK MENJERIT LAGI


(Parepare,24-Feb-2017) / Oleh : PDE/IMRAN SULNAS


Hal tersebut disampaikan Walikota Parepare Taufan Pawe saat memanggil Lukman Hakim Direktur PDAM kerumah jabatan pada pertengahan bulan Oktober 2016 lalu, terkait banyaknya keluhan masyarakat melalui Hand Phone pribadinya yang tidak dapat pasokan air bersih dari PDAM, saya tahu kalau sekarang lagi musim kemarau yang tentunya debit air sungai karajae sebagai sumber air baku PDAM turun drastis, namun demikian Direktur harus memikirkan opsi yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut misalnya pelayanan melalui mobil tangki.

Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang berteriak tidak dapat air dari PDAM akhir tahun 2017, Direktur harus memikirkan itu, coba beri penjelasan langkah apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, masalah dana Pemerintah Daerah siap membantu dengan mengalokasikan dana untuk PDAM setiap tahunnya, kalau dulunya PDAM kurang mendapat perharhatian khususnya kebutuahan dana, saya siap sepanjang Direktur punya program yang tepat.

Pada kesempatan tersebut Lukman Hakim menjelaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan ini tentunya hanya bersifat sementara, selain karena defisit kapasitas produksi air juga terjadi penurunan debit air baku disungai karajae yang menambah defisit kapasita produksi air, tidak ada jalan lain kecuali mengantarkan air ke pelanggan melalui mobil tangki, lagi-lagi keterbatsan armada tangki yang menyebabkan lambatnya pelayanan ke pelanggan, hanya ada dua armada selama ini yang melayani permintaan, setiap harinya tidak kurang dari 70 perrmintaan sedangkan kemampuan untuk melayani pelanggan setiap hari maksimal 20 rik dari 2 mobil tangki ungkap Lukman Hakim, untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan tambahan armada tangki sebanyak 4 unit dan ini bisa didapat dengan meminjam kendaraan tangki 2 dari pemadam kebakaran dan 2 dari Dinas Kebersihan & Pertamanan. Kalau ada bantuan dari kedua SKPD tersebut, maka pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dapat segera diatasi.

Komitmen Taufan Pawe terhadap kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Parepare sangat besar, ini bisa dilhat pada saat usai dilantik menjadi Walikota Parepare, dilantik menjadi Walikota Parepare pada 30 Oktober 2013, keesokan harinya Taufan Pawe langsung melakukan kunjungan ke kantor PDAM Parepare, PDAM merupakan kantor pertama yang didatangi dihari pertamanya kerja, ini dilakukan untuk mengetahui persoalan air bersih di PDAM Parepare, apa kendala sebenarnya yang dihadapi PDAM sehingga masyarakat mengeluhkan kinerja PDAM yang sering mengalami gangguan distribusi air, saya sangat prihatin mendengar masyarakat yang sering menyampaikan keluhan baik melalui media cetak maupun media elektronik, saya ingin ditahun mendatang masyarakat sudah tidak ada lagi yang berteriak hanya karena tidak dapat pasokan air bersih dari PDAM, karena persoalan air bersih saya anggap sangat urgen dan harus diatasi, makanya salah satu point dalam Visi dan Misi saya adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Parepare. Taufan Pawe tidak mau lagi kalau ada masyarakat Parepare berteriak hanya karena tidak mendapatkan pasokan air PDAM.

Karena masih adanya masyarakat yang berteriak masalah air bersih, Taufan Pawe mengalokasikan dana untuk PDAM Parepare ditahun 2016, pemerintah Daerah Parepare menyiapkan dana baik melalui APBD Parepare maupun melalui APBN melalui DAK sebesar Rp.21.310.429.000,- dan ini diperuntukan pembuatan sumur dalam sebanyak 6 titik dengan kapasitas produksi 120 ltr/dt, pembuatan bak reservoar 1.000 m3, pengadaan pompa intake 40 ltr/dt, peralatan laboratorium, pemasangan pipa 150 mm dan 200 mm serta pengadaan armada mobil tangki sebanyak 2 unit.

Untuk memenuhi ambisinya, yaitu terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Parepare, Taufan Pawe kembali mengalokasikan dana dari APBD dan APBN (DAK) senilai Rp. 35.000.000.000,- . Dana sebesar ini diperuntukkan pembangunan 4 unit bak reservoar kapasitas masing-masing 1.000 m3, 6 titik sumur dalam serta penunjang lainnya seperti pemasangan pipa 150 mm dan 200 mm. Dan sesuai target akhir 2017 permasahan air bersih di Kota Parepare sudah teratasi.